![]() |
JAKARTA, Indonesia, 14 Mei 2026 /PRNewswire/ — Di ajang Indonesia International Coal & Energy Exhibition 2026, DOGO Power mengusung tema "Lighting Up the World with Economical, Reliable, and Stable Green Power". DOGO Power memperkenalkan solusi terpadu berupa sistem penyimpanan energi grid-forming dan microgrid untuk pertambangan hijau yang menjawab tantangan utama dalam transisi energi di sektor pertambangan Asia Tenggara. Melalui solusi tersebut, DOGO Power menawarkan layanan energi hijau sepanjang siklus operasional bagi perusahaan tambang lokal, serta mendukung transformasi industri pertambangan Indonesia menuju kegiatan operasional yang rendah karbon dan lebih efisien.
DOGO Power Grid-Forming Energy Storage Empowers Green Transformation of Indonesia’s Mining Industry
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah gelombang transisi energi global, industri pertambangan konvensional semakin cepat bertransformasi menuju model bisnis berkelanjutan. Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara, serta salah satu pusat pertambangan dunia, perusahaan tambang yang beroperasi di Indonesia berhadapan dengan dua tantangan, yakni menjaga keamanan pasokan energi sekaligus menjalankan transformasi hijau. Melalui teknologi "4S Grid-Forming" yang dikembangkan secara mandiri, DOGO Power menyatukan empat sistem utama, yakni manajemen energi, manajemen daya, konversi penyimpanan energi, dan manajemen baterai. Dengan arsitektur terpadu dan kolaborasi cerdas antarsistem, DOGO Power membangun ekosistem energi yang aman, efisien, dan terintegrasi bagi aktivitas pertambangan.
Fondasi Teknologi 4S yang Menjawab Tantangan Energi di Area Tambang
Solusi microgrid untuk pertambangan hijau yang dipamerkan DOGO Power mencakup seluruh rantai operasional pertambangan, dan mampu mengatasi tantangan energi di area tambang off-grid.
Pertama, teknologi penyimpanan energi grid-forming mendukung pasokan listrik stabil yang setara dengan jaringan listrik utama. Berbeda dari teknologi grid-following konvensional, sistem ini mampu beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik utama, serta secara otomatis menjaga stabilitas tegangan dan frekuensi listrik. Sistem ini juga memiliki fitur black start yang dapat beroperasi hanya dalam waktu dua menit sehingga mampu memenuhi kebutuhan listrik dengan tingkat keandalan tinggi di area tambang off-grid. Teknologi tersebut turut mendorong evolusi jaringan listrik di area tambang menuju kolaborasi multi-nergi dan operasional otonom.
Kedua, sel baterai dengan standar keamanan tinggi dan usia pakai awet dapat menangani kondisi operasional yang kompleks. Dengan teknologi baterai short-blade yang dikembangkan DOGO Power, sistem mencapai lebih dari 10.000 siklus penggunaan—30% lebih tinggi dibandingkan kinerja rata-rata di industri—dengan efisiensi sistem mencapai 87%. Dilengkapi desain CTR PACK-free dan teknologi pendingin cair dua sisi, sistem ini memiliki sistem keamanan berlapis yang cocok untuk lingkungan tambang bersuhu tinggi dan berdebu, sekaligus mampu menjaga stabilitas operasional hingga lebih dari 15 tahun.
Ketiga, sistem AI turut meningkatkan efisiensi implementasi proyek. Dikembangkan secara internal oleh DOGO Power, sistem Cloud EMS mampu memprediksi beban listrik dan produksi tenaga surya secara akurat sehingga mengoptimalkan imbal hasil proyek hingga 10% melalui konfigurasi berbasiskan AI. Didukung perangkat desain otomatis, sistem tersebut mampu mempercepat konfigurasi optimal sistem hibrida tenaga surya-penyimpanan energi-diesel untuk area tambang. Teknologi ini juga menekan belanja modal lebih dari 20% sekaligus memangkas siklus desain proyek berskala 100 MW dari satu bulan menjadi hanya satu minggu.
Tiga Nilai Tambah untuk Transformasi Industri Pertambangan
Melalui teknologi tersebut, solusi DOGO Power membantu perusahaan pertambangan di Indonesia untuk memperoleh tiga nilai tambah, yakni efisiensi biaya, sistem keamanan yang lebih baik, dan penurunan emisi karbon sehingga transisi hijau menjadi daya saing utama.
- Nilai tambah dari sisi ekonomi: Solusi ini menghemat biaya listrik di area tambang dari kisaran US$0,28–0,40/kWh untuk pembangkit listrik tenaga diesel konvensional menjadi US$0,12–0,16/kWh. Sejak hari pertama diterapkan, perusahaan pertambangan dapat memangkas biaya listrik sebesar 15%–20%. Dengan skema investasi mandiri, periode pengembalian investasi diperkirakan hanya mencapai tiga hingga lima tahun. Solusi ini memberikan manfaat jangka panjang dan pasokan listrik berbiaya murah dan stabil bagi perusahaan pertambangan.
- Nilai tambah dari sisi sistem keamanan: Sistem penyimpanan energi menyediakan pasokan listrik cadangan dengan perpindahan otomatis tanpa gangguan untuk beban operasional kritis di area tambang. Dengan demikian, sistem ini mengurangi risiko penghentian produksi dan gangguan keselamatan kerja akibat pemadaman listrik. Selain itu, karakteristik tanpa emisi dan tingkat kebisingan rendah turut meningkatkan kualitas lingkungan kerja di area tambang.
- Nilai tambah dari sisi penurunan emisi karbon: Solusi ini mendukung penggunaan energi bersih dalam proporsi tinggi sehingga mampu menurunkan emisi karbon hingga puluhan ribu ton per tahun. Teknologi tersebut juga membantu perusahaan pertambangan memenuhi standar ESG global dan target netralitas karbon Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Partisipasi DOGO Power dalam pameran ini merupakan momen penting dalam ekspansi pasar di Asia Tenggara. Ke depan, DOGO Power akan terus mengandalkan teknologi penyimpanan energi grid-forming dan solusi terintegrasi, serta bekerja sama dengan mitra lokal guna mendorong transformasi hijau di industri pertambangan regional serta mendukung target transisi energi Indonesia.
Tentang DOGO Power
DOGO Power merupakan pemimpin inovasi teknologi inti untuk sistem kelistrikan generasi baru. Dengan dukungan investasi strategis dari Tsingshan Group, serta keunggulan rantai industri yang terintegrasi, DOGO Power menghadirkan energi hijau yang ekonomis, andal, dan aman bagi pelanggan di berbagai sektor.










