Hallosurabaya.com | Blistering pada dinding merupakan salah satu permasalahan yang sering muncul pada permukaan cat bangunan, terutama pada area yang terpapar kelembaban tinggi. Kondisi ini ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung kecil pada lapisan cat.
Hal ini membuat tampilan dinding terlihat tidak rata dan kurang estetis. Fenomena tersebut umumnya terjadi akibat adanya tekanan uap air yang terperangkap di antara lapisan cat dan permukaan dinding.
Selain faktor kelembapan, proses waterproofing dak beton yang kurang tepat juga dapat memicu munculnya blistering.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktor Blistering Dinding yang Harus Anda Ketahui!
Blistering adalah tanda bahwa kondisi dinding tidak optimal. Ada kerusakan minor yang mungkin terjadi di dalamnya. Lebih jelasnya, faktor blistering yang bisa kita waspadai antara lain:
-
Jenis Cat Tidak Sesuai
Pertama, penyebab blistering dinding yang sering tidak disadari adalah penggunaan cat yang tidak sesuai dengan kondisi permukaan. Anda perlu tahu bahwa setiap cat memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda.
Ada cat yang dirancang khusus untuk interior, ada pula yang dibuat untuk area eksterior yang lebih tahan terhadap cuaca dan kelembaban. Ketika Anda menggunakan cat yang tidak sesuai, daya lekat cat pada dinding bisa menjadi kurang optimal.
Baca Juga:
JOY GROUP Umumkan Laporan Keuangan Periode 2025 dengan Pendapatan yang Menembus US$620 Juta
Akibatnya, lapisan cat lebih mudah terangkat dan membentuk gelembung pada permukaan.
-
Aplikasi Cat saat Dinding Basah
Anda mungkin ingin mempercepat proses finishing bangunan. Tetapi, kondisi dinding yang belum benar-benar kering bisa menimbulkan masalah di kemudian hari. Air yang masih tersimpan di dalam pori-pori dinding akan terus menguap.
Uap air ini mencari jalan keluar melalui lapisan cat yang baru diaplikasikan. Ketika lapisan cat belum mampu menahan tekanan dari dalam, permukaannya akan terdorong dan membentuk gelembung kecil.
Masalah ini cukup sering terjadi pada dinding baru, terutama setelah proses plester atau acian. Memang, banyak orang mengira dinding sudah siap dicat hanya karena permukaannya terlihat kering.
Baca Juga:
-
Paparan Panas Berlebih
Blistering juga bisa disebabkan karena panas. Ini sangat rentan pada dinding yang langsung terkena sinar matahari dalam waktu lama. Saat suhu permukaan meningkat, lapisan cat akan memuai.
Di sisi lain, kelembaban yang tersimpan di dalam dinding ikut berubah menjadi uap. Uap tersebut kemudian menekan lapisan cat dari bagian dalam. Hasilnya, Anda bisa melihat dinding tampak bergelombang setelah beberapa waktu.
Selain merusak tampilan, kondisi ini juga membuat lapisan cat lebih mudah mengelupas. Risiko blistering semakin besar jika cat yang digunakan tidak memiliki ketahanan panas yang baik.
-
Kontaminasi Bahan Kimia

Tak banyak disadari, kontaminasi bahan kimia juga dapat memicu terjadinya blistering. Hal ini bisa diatasi dengan memperhatikan kondisi dinding sebelum proses pengecatan dimulai.
Sisa bahan kimia seperti deterjen, minyak, cairan pembersih, atau zat lain bisa tertinggal di permukaan dinding. Zat-zat tersebut dapat mengganggu daya rekat cat ketika diaplikasikan.
Baca Juga:
Temani Kumpul Keluarga, Comfee Gusto Hadirkan Kenyamanan Extra di Hari Raya
DJI Avata 360 Tetapkan Standar Baru untuk 360 Penerbangan FPV yang Lebih Imersif
Akibatnya, lapisan cat tidak menempel dengan sempurna pada dinding. Dalam kondisi tertentu, reaksi kimia juga bisa terjadi antara residu bahan tersebut dengan kandungan pada cat.
Reaksi ini dapat menimbulkan tekanan kecil di bawah lapisan cat. Lama-kelamaan tekanan tersebut membentuk gelembung yang terlihat pada permukaan dinding.
-
Cuaca Ekstrem
Kemudian, cuaca yang ekstrem tentu memberikan dampak besar pada ketahanan lapisan cat dinding. Saat suhu udara naik drastis, permukaan dinding bisa memanas dengan cepat.
Sebaliknya ketika hujan turun atau udara menjadi sangat lembab, dinding kembali menyerap kelembaban dari lingkungan sekitar. Perubahan ini membuat lapisan dinding dan cat mengalami proses memuai dan menyusut secara berulang.
Dalam jangka waktu tertentu, tekanan dapat terbentuk di bawah lapisan cat. Tekanan inilah yang kemudian mendorong cat hingga muncul gelembung pada permukaan.
Kondisi seperti ini sering terjadi pada dinding bagian luar bangunan yang langsung terpapar panas matahari, hujan, dan kelembaban udara.
-
Kerusakan Dinding
Terakhir, dinding yang sudah mengalami kerusakan juga bisa menjadi pemicu munculnya blistering. Retakan kecil, permukaan yang rapuh, atau bagian plester yang mulai terkelupas dapat memengaruhi daya lekat cat.
Ketika cat diaplikasikan pada dinding yang tidak stabil, lapisan tersebut sulit menempel dengan kuat. Udara dan kelembaban juga lebih mudah masuk melalui celah-celah pada dinding yang rusak.
Seiring waktu, kelembapan yang terperangkap di balik lapisan cat akan menimbulkan tekanan dari dalam. Tekanan ini dapat mendorong lapisan cat hingga terbentuk gelembung.
Reaksi menggelembung atau bahkan mulai terangkat dari dinding tentu mengganggu estetika. Jika kondisi ini dibiarkan, kerusakan pada cat bisa semakin meluas. Oleh karena itu, penting untuk memperbaiki kerusakan dinding terlebih dahulu.
Blistering memang kondisi yang mengganggu pada bangunan. Ternyata hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Tapi, kita tetap bisa mengatasinya dengan berbagai cara seperti aplikasi waterproofing dak beton yang berkualitas agar lembap tak mempengaruhi permukaan.
Hempas Blistering Dinding dengan Waterproofing Sika!
Seperti yang telah disebutkan, faktor cuaca, panas, debu, dan lembap menjadi penyebab blistering. Ini memerlukan solusi yang tepat dan praktis, seperti mengaplikasikan waterproofing sejak awal.
Dalam hal ini, Anda bisa mengandalkan SikaCoat Plus sebagai lapisan pelindung. Produk ini memiliki karakteristik yang tahan alkali, mudah diaplikasikan, memiliki elastisitas yang baik, serta mampu Menahan UV.
Selain itu, produk kedap air, mampu menutup retak, serta memiliki waktu pengerjaan yang singkat.
Pelapis anti bocor Sika memang efektif untuk melindungi dinding. Bagaimana tidak? Sika telah memiliki pengalaman selama 115 tahun dalam menangani proyek global seperti Stadion Kotamadya di Wroclaw, Poland.
Sika juga menjadi pencetus waterproofing semen pertama di Indonesia. Karena itu, Anda bisa langsung cek Shopee Official Store Sika untuk mendapatkan produk pelapis yang sesuai dengan permasalahan hunian.
Waterproofing dak beton dari Sika mampu melindungi bangunan, terutama menghempas risiko blistering. Mari konsultasikan juga bersama tim profesional di laman resmi Sika Indonesia.















